SDIT ASSALAM CURUG

Mendidik dengan hati, mengabdi penuh harmoni

Larangan Tidur Tengkurab

Larangan Tidur Tengkurab

 


SDIT Assalam - Tidur siang memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan, meningkatkan daya ingat, memperbaiki suasana hati, meredakan stres, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan stamina. Tidur siang juga membantu tubuh memulihkan energi dan mengembalikan tenaga yang hilang. Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut, tidur siang perlu dilakukan dengan cara yang benar. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu pendek dapat berdampak buruk pada kesehatan. Berikut adalah beberapa tips untuk tidur siang yang efektif :


  1. Tidur siang selama 20-30 menit.
  2. Pilih waktu yang tepat, misalnya saat sedang luang.
  3. Cari tempat yang tenang dan nyaman untuk tidur.
  4. Matikan lampu dan suara bising.
  5. Gunakan bantal yang nyaman.

Namun ada beberapa  posisi tidur yang sebaiknya dihindari karena dapat berdampak buruk pada kesehatan 

  1. Tidur tengkurap: Posisi ini dapat menekan perut dan membebani tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan sakit punggung dan leher.
  2. Tidur meringkuk: Posisi ini dapat memicu sakit kepala, sakit leher, dan sakit punggung. Selain itu, posisi ini juga dapat memperburuk gejala asam lambung.
  3. Tidur telentang dengan kepala terangkat: Posisi ini dapat memicu sakit kepala, sakit leher, dan sakit punggung. Selain itu, posisi ini juga dapat memperburuk gejala asam lambung.
  4. Tidur dengan bantal yang terlalu tinggi: Posisi ini dapat memicu sakit leher dan sakit bahu

Bahkan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam secara khusus melarang posisi tidur tengkurab Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)


Posisi tidur yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah bertumpu pada tubuh bagian kanan. Hal ini disebabkan karena Nabi Muhammad SAW suka melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan, seperti makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, dan beberapa anjuran lainnya. Selain itu, tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dianggap lebih cepat untuk bangun, sehingga tidak sulit tatkala hendak dibangunkan oleh orang lain.

Yuk follow kami di https://s.id/sdit-assalam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar